AT-TUHFAH: JURNAL STUDI KEISLAMAN http://ejournal.sunan-giri.ac.id/index.php/at-tuhfah <p><strong>At-Tuhfah adalah Jurnal Studi Keislaman</strong> Institut Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro yang mengkhususkan pada diskursus pendidikan Islam, hukum Islam dan bahasa-sastra Arab. Terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan <strong>Januari-Juni</strong> dan <strong>Juli-Desember</strong>.</p> en-US MALIAFRANSISCA2018@gmail.com (Malia Fransisca) burhanatutdyana@gmail.com (Burhanatut Dyana) Wed, 06 Jan 2021 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Konsep Integrasi antara Islam dan Ilmu Telaah Pemikiran Kuntowijoyo http://ejournal.sunan-giri.ac.id/index.php/at-tuhfah/article/view/238 <p>Kuntowijoyo adalah seorang cendekiawan muslim yang mempunyai gagasan tentang integrasi anatara Islam dan Ilmu. Terdapat permasalahan antara Islam dan Ilmu yang tidak bisa berjalan beiringan karna pemisah yang disebut dengan sekularisme, budaya sekularisme ini lah yang mencoba memisahkan antara Islam dan Ilmu sehingga ilmu hanya berjalan sendiri tanpa adanya agama atau Islam, disinilah letak permasalahan yang di hadapi oleh umat muslim sehingga Kuntowijoyo mencoba menyelesaikan permasalahaan ini dengan gagasan pengilmuan Islamnya. Gagasan Kuntowijoyo perihal Islamisasi ilmu Pengetahuan memiliki keterkaitan yang kuat dengan ijtihad dari para intelektual muslim sebelumnya yang berangkat dari keprihatinannya atas sifat reaktif dari gagasan “Islamisasi Pengetahuan”. Kuntowijoyo menawarkan suatu penyikapan yang baru dalam melihat hubungan antara agama (Islam) dan ilmu yaitu dengan Pengilmuan Islam. Bagaimana konsep Pengilmuan Islam ini mengcounter budaya sekularisme yang masuk pada Ilmu pengetahuan?. Konsep integrasi antara Islam dan Ilmu yang di maksud Kuntowijoyo adalah gerakan intelektual Islam yang bergerak dari teks menuju konteks, pengilmuan Islam sebagai proses keilmuan yang bergerak dari teks Al-Qur’an menuju konteks sosial dan ekologis manusia. Pengilmuan Islam mengakui ilmu pengetahuan yang bersifat objektif , konsep pengilmuan Islam ini mempunyai metodologi yaitu dengan <em>integralisasi </em>dan <em>Objektifikasi. </em>konsep ini mempunyai misi atau tujuan yaitu mengakrabkan antara Islam dan ilmu selain agar tidak terkontaminasi oleh budaya sekularisme.</p> M. Zainul Badar, S. Fil.I Copyright (c) 2021 AT-TUHFAH: JURNAL STUDI KEISLAMAN https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ http://ejournal.sunan-giri.ac.id/index.php/at-tuhfah/article/view/238 Wed, 06 Jan 2021 00:00:00 +0000 STRATEGI MENDIDIK ANAK USIA DINI UNTUK CINTA KEPADA NABI http://ejournal.sunan-giri.ac.id/index.php/at-tuhfah/article/view/354 <p><em>Anak merupakan amanah dari Allah SWT yang mana tugas orangtua, guru, dan lingkungan mendidiknya dengan sebaik-baiknya agar potensi yang dimiliki dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Beragam stimulasi yang dapat diberikan selama proses tumbuh kembang baik lahir maupun batin. Di antaranya mengenalkan kepada anak tentang agamanya, Tuhannya, amalan-amalan baik sebagai seorang muslim, dan mengenal Nabinya. Mengenalkan anak tentang Nabi semenjak dini, dapat menumbuhkan cinta kepada Nabi melalui keterikatannya dengan sejarah, baik perasaan, kejayaan, kebanggaan dan menjadikannya sebagai teladan. Dalam rangka mendidik anak untuk mengenal dan mencintai Nabi, maka pendidik dapat menerapkan beberapa strategi pembelajaran bermain, bernyanyi, berkisah, dan penggunaan media tentang Nabi yang semuanya disesuaikan dengan karakteristik anak. Dengan strategi-strategi tersebut, kecintaan anak terhadap para Nabinya dapat meningkat. Wujud cinta anak dapat ditunjukkan melalui kecintaanya bersholawat, menyimak dan membaca cerita Nabi, serta meneladani perilaku Nabi.</em></p> Siti Labiba Kusna Copyright (c) 2021 AT-TUHFAH: JURNAL STUDI KEISLAMAN https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ http://ejournal.sunan-giri.ac.id/index.php/at-tuhfah/article/view/354 Wed, 06 Jan 2021 00:00:00 +0000 MENGASUH DAN MENDIDIK ANAK DALAM KELUARGA http://ejournal.sunan-giri.ac.id/index.php/at-tuhfah/article/view/344 <p>Children are entrusted by God to humans who must be guarded, cared for, nurtured, guided, raised, educated, fulfilled, schooled, married and established so that they become independent when they are released. Nurturing and educating wholeheartedly is very necessary in the family for their children. The family is a figure and model that is the first in the process of the educational process. Children will not be much different from the behavior and behavior that has been done by the family. Therefore, being a parent must be able to transfer various kinds of information and characters that are good for children's development. So that they have the responsibility of caring for and educating children in the family to become children who are expected and useful for religion, the homeland and the nation.</p> sahri Copyright (c) 2021 AT-TUHFAH: JURNAL STUDI KEISLAMAN https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ http://ejournal.sunan-giri.ac.id/index.php/at-tuhfah/article/view/344 Wed, 06 Jan 2021 00:00:00 +0000 NILAI PENDIDIKAN DAN KARAKTER DI ERA KONTEMPORER DALAM PERSEPEKTIF AHMAD AMIN http://ejournal.sunan-giri.ac.id/index.php/at-tuhfah/article/view/329 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pendidikan sebagai sarana proses memanusiakan manusia. Tanpa pendidikan manusia tidak akan mungkin bisa meraih derajat yang seutuhnya. Pendidikan harus mampu mewujudkangenerasi bangsa yang berkarakter&nbsp;mulia.Salah satu cara untuk mewujudkan manusia yang berkarakter adalah dengan mengintegrasikan pendidikan karakter dalam setiap pembelajaran. Nilai-nilai karakter utama yang harus terwujud dalam sikap dan perilaku peserta didik sebagai hasil dari&nbsp;proses pendidikan karakter adalah jujur, cerdas, tangguh, dan peduli. Ahmad Amin sebagai salah satu cendekiawan Mesir yang mempunyai pemikiran yang membawa pengaruh besar didunia. Ahmad Amin merupakan&nbsp;sosok orang yang mahircerdas dalam berfikir, dan meyakinkan dalam beretorika dan beragumen, tegas dalam bersikap dan bijak dalam bertindak serta pemikirannya sangat bernilai besar dalam kemajuan bangsa.</p> <p>Pada penelitian ini menggunakan metode telaah kepustakaan dengan menggunakan sumber data baik primer maupun skunder. Dalam penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><strong>Nilai Pendidikan Dan Karakter Persepektif Ahmad Amin</strong></p> Samsudin Samsudin Copyright (c) 2021 AT-TUHFAH: JURNAL STUDI KEISLAMAN https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ http://ejournal.sunan-giri.ac.id/index.php/at-tuhfah/article/view/329 Wed, 06 Jan 2021 00:00:00 +0000 PENGARUH HAFALAN AL-QUR’AN TERHADAP PRESTASI AKADEMIK SISWA KELAS VIII MTs. HIDAYATUN NAJAH TUBAN http://ejournal.sunan-giri.ac.id/index.php/at-tuhfah/article/view/355 <p><em>Al Qur’an memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan. &nbsp;Penanaman terhadap&nbsp; pembelajaran al-Qur’an perlu diajarkan kepada anak sejak dini, mulai dari membaca, memahami, ataupun menghafalkan al-Qur’an. Menghafal al-Qur’an selama ini dianggap menjadi beban. Banyak orang tua yang berasumsi bahwa dengan menghafal al-Qur’an anak-anak akan cenderung susah untuk fokus dalam belajar pelajaran yang lainnya, sehingga nilai akademik mereka akan menurun. Mereka akan disibukkan dengan setoran hafalan yang harus dipenuhi sesuai target yang telah ditetapkan. Berdasarkan hal teresbut, pnelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh hafalan al-Qur’an terhadap&nbsp; prestasi akademik siswa kelas VIII MTs. Hidayatun Najah Tuban.. Data penelitian dikumpulkan dengan beberapa teknik, seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif melalui teknik analisis korelasi product moment. Secara kuantitatif adalah untuk mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan data yang telah dikumpulkan melalui studi dokumentasi nilai rapot hafalan al-Qur’an dan nilai rapot akademik. Hasil penelitian antara hafalan al-Qur’an dengan prestasi akademik adalah saling berpengaruh. Hafalan al-Qur’an siswa kelas VIII MTs. Hidayatun Najah Tuban tergolong cukup baik, sedangkan prestasi akademiknya masuk pada kriteria atas. Berdasarkan perhitungan korelasi product moment sebesar 0,573 menunjukkan hubungan yang cukup kuat antara hafalan al-Qur’an terhadap prestasi akademik siswa kelas VIII MTs. Hidayatun Najah Tuban. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala madrasah, ada faktor lain yaitu minat dan motivasi dari orang tua juga berpengaruh terhadap prestasi akademik anak. </em></p> Ana Achoita Copyright (c) 2021 AT-TUHFAH: JURNAL STUDI KEISLAMAN https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ http://ejournal.sunan-giri.ac.id/index.php/at-tuhfah/article/view/355 Wed, 06 Jan 2021 00:00:00 +0000 PERKEMBANGAN EKONOMI ISLAM ERA KLASIK (BANI UMAYYAH DAN BANI ABBASIYAH) http://ejournal.sunan-giri.ac.id/index.php/at-tuhfah/article/view/361 <p><em>Pemikiran tentang ekonomi Islam telah muncul sejak Islam diturunkan melalui Nabi Muhammad Saw yang kemudian dilanjutkan pada masa kepemimpinan khulafaur Rasyidin. Saat itulah Islam mulai memberi pengaruh kepada dunia, karena para khalifah sudah melakukan perluasan wilayah keluar daerah Arab. Setelah masa Khulafaur Rasyidin muncullah daulah Bani Umayyah dan Abbasiyah. Berdasarkan catatan sejarah, Islam mengalami kemajuan yang sangat pesat saat kepemimpinan bani Umayyah dan Abbasiyah. Sehigga peradaban Islam memberi pengaruh yang besar ke pada dunia saat itu. Para sejarawan menyebut saat itu dengan “The Golden Age”. Islam mengalami kemajuan yang sangat pesat di berbagai bidang peradaban, ilmu pengetahuan, politik, pemerintahan, sains dan teknolgi Termasuk di bidang Ekonomi. Berangkat dari uraian tersebut di atas, artikel ini akan membahas perkembangan ekonomi Islam pada masa Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah dengan menggunakan penelilian kualitataif berbasis kepustakaan dengan pendekatan deskriptif analisis hasil penelitian&nbsp; memperlihatkan bahwa pada masa Umayyah dan Abbasiyah mengalami kemajuan di beberapa bidang peradaban salah satunya adalah dalam bidang pemikiran ekonomi. Dinasti Abbasiyah menjadikan Islam sebagai pusat perkembangan ilmu pengetahuan dan hal itu menjadi faktor berkembangnya perekonomian Islam pada masa itu. Dapat dikatakan bahwa, ada suatu kisah yang tak terharga nilainya dari peninggalan sejarah Dinasti Abbasiyah. Hal ini harus menjadi motivasi untuk membangun visi umat dalam mengembangkan perekonomian dunia. Lebih dari 750 tahun, pemerintahan Islam berkibar sejak Bani Umayyah sampai Abbasiyah, dua system pemerintahan yang belum pernah ada tandingannya di dunia manapun hingga saat ini dan merupakan suatu masa yang panjang dan luas.</em></p> lisa aminatul Copyright (c) 2021 AT-TUHFAH: JURNAL STUDI KEISLAMAN https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ http://ejournal.sunan-giri.ac.id/index.php/at-tuhfah/article/view/361 Thu, 28 Jan 2021 00:00:00 +0000