Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Budaya Religius dalam Mengembangkan Soft Skill Siswa di SD Ar Rahman Kertosono

Authors

  • Muhamad Umar Fauzi Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul ‘Ula Nglawak Kertosono Nganjuk
  • Maulidatul Khoiriyah Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul ‘Ula Nglawak Kertosono Nganjuk

Keywords:

Pendidikan Karakter, Budaya Religius, Soft Skill

Abstract

“Upaya pembentukan karakter yang sesuai dengan budaya bangsa ini tidak semata-mata hanya dilakukan melalui serangkaian kegiatan belajar mengajar di sekolah, akan tetapi juga melalui pembiasaan (habituasi) dalam kehidupan. Seperti religius, jujur, disiplin, tanggung jawab dan lain sebagainya. Dalam mewujudkan pendidikan yang sesuai dengan cita-cita bangsa, implementasi pendidikan karakter di sekolah sangatlah diperlukan karena sekolah merupakan wadah dalam membentuk karakter siswa. Pembentukan karakter siswa dapat dilakukan salah satunya melalui pendekatan budaya religius. Dimana agama mengandung ajaran tentang berbagai nilai luhur dan mulia bagi manusia. Agama juga mempunyai keterkaiatan yang sangat erat dengan pendidikan karakter. Implementasi pendidikan karakter di SD Ar Rahman Kertosono adalah melalui budaya religius yang sesuai dengan nilai-nilai pendidikan karakter dan visi misi SD Ar Rahman. Selain itu SD Ar Rahman juga memiliki program khas dan rapot khusus yang memuat penilaian kegiatan non akademik siswa. Dalam pelaksanaan penerapan pendidikan karakter  siswa senantiasa dipantau dan diawasi oleh guru dan orang tua melalui buku performansi atau buku penghubung. Ada beberapa faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi pendidikan karakter melalui budaya religius dalam mengembangkan soft skill siswa diantaranya dari pihak sekolah, orang tua, siswa dan faktor dari luar. Penerapan pendidikan karakter di SD Ar Rahman Kertosono memiliki dampak yang sangat signifikan bagi siswa karena tanpa disadari siswa akan terbiasa melakukan hal-hal positif dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari baik dalam kehidupan dirumah, sekolah maupun masyarakat luas.

Published

2019-10-15